Waktu aku kecil dulu, bapak ku pernah bilang:
Filosofi cincin nikah itu tinggi lho nilai nya. Nanti kalau sudah waktu nya, berpegang pada filosofi tersebut.
Bahasa Jawa nya pasangan hidup itu, garwo singakatan dari sigar ing nyowo, atau belahan jiwa bahasa Indonesia nya. Ibaratnya rotan yang bulat di belah dua persis di tengah yang memanjang, kemudian di lingkarkan menjadi cincin. Jadi harus sederhana dan mulus, tidak di pasangin berlian.
Wah, sampai terpana aku di ceritakan itu oleh bapakku. oh ya, bapak ku juga kumisan seperti suami. ya mbaplang juga gitu, macho banget lah.
Filosofi cincin nikah itu tinggi lho nilai nya. Nanti kalau sudah waktu nya, berpegang pada filosofi tersebut.
Bahasa Jawa nya pasangan hidup itu, garwo singakatan dari sigar ing nyowo, atau belahan jiwa bahasa Indonesia nya. Ibaratnya rotan yang bulat di belah dua persis di tengah yang memanjang, kemudian di lingkarkan menjadi cincin. Jadi harus sederhana dan mulus, tidak di pasangin berlian.
Wah, sampai terpana aku di ceritakan itu oleh bapakku. oh ya, bapak ku juga kumisan seperti suami. ya mbaplang juga gitu, macho banget lah.

No comments:
Post a Comment